Piru (23/6/2026), saatkita.com - Sekitar lebih dari 100 warga yang menamakan dirinya kelompok Peduli Huamual dan Lokki dari 3 lokasi masing-masing Dusun La ala, Dusun Tanah Goyang dan Desa Lokki di Kabupaten SBB melakukan aksi demonstari di Kantor Bupati SBB, Jalan J.F Puttileihalat No. 1, Kota Piru, Kabupaten SBB pada, Senin, (22/6/2026).
Koordinator demo, Fadly Boufakar menyatakan, para pendemo datang ke Kantor Bupati SBB sebagai bentuk meminta pertanggung jawaban Pemeritah Daerah Seram Bagian Barat kepada masyarakat yang ada di Desa Lokki.
Boufakar mengatakan, pihaknya tidak menginginkan konflik terjadi didaerahnya, karena itu Bupati dan Wakil Bupati SBB diminta untuk tidak menghadirkan pihak-pihak yang mengganggu di wilayahnya dan tidak mau ada orang asing datang mengatur negerinya.
"Kami tidak mau, cecunguk-cecunguk yang mau mengatur kami punya negeri, karena kami juga punya SDM yang bagus, kami punya SDM uang cukup kami punya banyak Profesor, Doktor artinya kami punya sumber daya manusia yang cukup untuk mengatur negeri kami, jangan diatur oleh anak-anak cecunguk untuk mengatur kami," ujar Boufakar.
Koordinatior demo ini menyampaikan kepada Pemda, supaya jangan coba-coba membuat polemik di Kampung, Wilayah dan Negeri karena tidak menginginkan kondisi tidak aman, serta gangguan ketertiban di wilayahnya.
"Karena kami sudah bosan dengan konflik, dan karena konflik di wilayah kami, adik saya yang menjadi korban, pembacokan," cetusnya.
Boufakar mengungkapkan, pihaknya tidak datang membawa dendam, tetapi hanya datang kepada Pemerintah Daerah untuk meminta pertanggung jawaban sebagai Pimpinan Daerah, sebagai Kepala Pemerintahan untuk bagaimana menciptakan daerah yang aman, damai, dan kondusif terutama di wilayah Desa Lokki.
Boufakar mengatakan, pihaknya tidak mau terjadi lagi di daerahnya, Desa Lokki ada orang lain yang hanya tau datang, tetapi tidak bisa mengatur Negeri sehingga akhirnya dia bikin APBDes seperti rujak, manta semua.
"Kasih par Si A, Si B, Si C dan Si D ikut suka tanpa ada tanpa pertanggung jawaban, sehingga terakhir dia lari tanpa pertanggung jawaban," cetusnya.
Boufakar meminta, Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat dapat memerintahkan Dinas terkait untuk dapat melakukan investigasi secara dini terkait dengan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di Kabupaten SBB, yang berkaitan dengan persoalan-persoalan hukum.
Setelah orasi demo sejumlah perwakilan para pendemo menemui Kadis PMD Kabupaten SBB Abraham Tuhenay dan Kasatpol PP, La Ode Muhamat Guntur M.Si., yang bertempat di ruang pertemuan lt-2 Kantor Bupati SBB.(Nicko Kastanja)

Posting Komentar