Jakarta (19/9/2026), saatkita.com - Dua puluh tahun setelah pertama kali terbentuk di Malaysia, band anthemic pop asal Jakarta lightcraft merayakan dua dekade perjalanan musik mereka lewat Twenty: Full Circle, sebuah pertunjukan anniversary yang intim dan imersif di Salihara Arts Center pada, Sabtu (12/9).
Berlangsung di ruang bundar Salihara, malam tersebut menempatkan lightcraft di tengah ruangan, sementara penonton mengelilingi band dari segala arah. Format 360° ini menciptakan suasana yang berbeda dari konser konvensional, dekat, komunal, dan terus berubah mengikuti sudut pandang masing-masing penonton.
Malam dibuka oleh Telefiction dan TRIPOV, sebelum lightcraft mengambil posisi di tengah ruang untuk dua set yang memiliki karakter berbeda. Set pertama berlangsung singkat dan sepenuhnya berfokus pada “The Modern Seasons”, debut EP lightcraft yang pertama kali dirilis pada 2006 dan kini telah direimajinasikan. Dimainkan secara utuh, set ini menjadi perkenalan langsung terhadap arah elektronik yang semakin kuat dalam musik lightcraft belakangan ini.
Pada set pertama, safiradinda turut bergabung sebagai vokalis untuk membawakan “Into the Light”, memberikan warna vokal yang khas pada salah satu momen penting dari penampilan tersebut.
Setelah penampilan pertama lightcraft, gabsav hadir di tengah rangkaian acara sebelum bintang-bintang utama pada malam itu kembali untuk set kedua, sebuah perayaan yang lebih luas terhadap katalog musik mereka. Lagu-lagu dari berbagai periode selama dua dekade perjalanan lightcraft dibawakan dalam satu rangkaian, mempertemukan lagu-lagu yang telah dikenal pendengar dengan materi yang lebih baru.
Di tengah-tengah penampilan mereka, lightcraft menerima kue ulang tahun untuk merayakan 20 tahun lamanya mereka berkarir – setelah kibordis Enrico Prabowo dipersembahkan juga kue ulang tahunnya sendiri untuk merayakan ulang tahunnya yang jatuh sehari sebelumnya – yang membuat vokalis Imam Surataruna menangis terharu.
Sejumlah kolaborator spesial juga hadir di set kedua. Ananda Badudu dari Banda Neira bergabung untuk “Home”, disusul Adhi Handoyo dari TADI yang tampil dalam “Into the Wild”. Menjelang akhir set, Mentari Novel turut bergabung untuk membawakan “This Day & Age (RIMALDI Reanimated)”, menambah lapisan baru pada sebuah set yang banyak berbicara tentang perjalanan, kenangan dan koneksi.
Untuk pertunjukan anniversary ini, formasi lightcraft diperluas dengan Fadli Rizki dan safiradinda sebagai backing vocals, Edwin Zachman pada synth, serta Muhammad Febriyanto pada perkusi. Sementara itu, DJ Arsyah mengisi musik di luar penampilan live, menjaga energi dan atmosfer sepanjang acara.
Secara visual, Sedara mendukung desain dan dekorasi ruang dengan pendekatan yang sederhana namun kuat. Kain putih yang digantung dari langit-langit membentuk elemen visual yang mengikuti bentuk ruang, sementara poster-poster yang menampilkan diskografi dan foto-foto lightcraft memenuhi dinding Salihara, membawa perjalanan dua dekade band tersebut ke dalam ruang pertunjukan tanpa menjadikannya sekadar pameran retrospektif.
"Dengan dukungan Hala Koffie sebagai sponsor serta Soundhead dan Titik Satu Organizer sebagai penyelenggara, Twenty: Full Circle menjadi ruang pertemuan bagi para musisi, kolaborator, teman dan pendengar yang telah menjadi bagian dari perjalanan lightcraft selama dua dekade," ungkap salah satu personel lightcraft, dalam keterangan, Sabtu (19/9).
Dua minggu setelah pertunjukan tersebut, “The Modern Seasons” melanjutkan perjalanannya melalui perilisan digital, membawa versi reimajinasi EP yang pertama kali diperdengarkan secara utuh kepada penonton Twenty: Full Circle ke pendengar yang lebih luas.
Dua puluh tahun berlalu. Lingkarannya terus berjalan.
lightcraft – Twenty: Full Circle
Venue Salihara Arts Center, Jakarta
Tanggal 12 September 2026
Format Pertunjukan live 360°
Featuring Telefiction · TRIPOV · gabsav · lightcraft
Special Guests safiradinda · Ananda Badudu (Banda Neira) · Adhi Handoyo (TADI) · Mentari Novel
Formasi lightcraft Imam Wisaya Surataruna · Safarilhaj Febrian · Enrico Prabowo · Jonathan Mahadman Dachi · Ronald Gulo
Featuring Fadli Rizki · safiradinda · Edwin Zachman · Muhammad Febriyanto
Dipersembahkan oleh Soundhead & Titik Satu Organizer
Disponsori oleh Hala Koffie
Design & Decoration Support Sedara
Background Music DJ Arsyah
Mengenai lightcraft
Band anthemic pop asal Jakarta, lightcraft, telah menghabiskan dua dekade terakhir menciptakan lagu-lagu yang memadukan emosi yang mendalam dengan melodi yang megah, menghasilkan karya-karya yang terus membekas lama setelah musiknya usai.
Didirikan di Selangor, Malaysia, pada tahun 2006 ketika para personelnya masih menempuh pendidikan di bangku kuliah, lightcraft terus berevolusi tanpa pernah meninggalkan kejujuran emosional yang menjadi inti dari karya-karya mereka. Musik mereka memadukan skala sinematik dengan kedekatan personal, yang telah membawa mereka tampil di berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika Utara.
Tahun 2026 menjadi awal era paling ambisius dalam perjalanan lightcraft. Bertepatan dengan perayaan ulang tahun mereka yang ke-20, band ini menghadirkan kembali lagu-lagu yang mengawali perjalanan mereka melalui versi reimajinasi “The Modern Seasons”, membuka jalan menuju masa depan yang semakin lekat dengan musik elektronik yang melodik tanpa meninggalkan identitas khas yang telah menjadi ciri utama lightcraft selama dua dekade. (Red)
Tags
DUNIA MUSIK

