Piru (22/8/2026), saatkita.com - Menanggapi kelangkaan BBM jenis Minyak Tanah (Mitan) di Kota Piru Anggota DPRD SBB, Petronela Jetkel Monica Istia, S.Pt., angkat bicara. Anggota DPRD yang berasal dari Dapil1 SBB yang meliputi: Kecamatan Seram Barat, Taniwel dan Taniwel Timur ini, menyatakan keresahannya atas penderitaan masyarakat di Piru atas kebutuhan bahan pokok yang mendasar tersebut.
Saat ditemui di Piru pada, Kamis, (20/8/2026) Istia mengungkapkan, kelangkaan minyak tanah di Piru terjadi karena anak Sekda SBB, Mario Tuasuun yang memonopoli pasokan minyak tanah di Kota Piru.
Karena itu, setelah stok minyak tanah ke Piru berkurang maka kelangkaan Mitan menjadi makin terasa, bahkan masyarakat harus mengantri seharian untuk mendapatkan minyak tanah.
Kinerja Kepala Dinas Perindagnaker SBB, Abidin Papalia juga mendapat sorotan dari Anggota DPRD yang berasal dari Partai PDIP ini, pasalnya menurut Istia, saat melakukan rapat evaluasi kelangkaan minyak tanah di Kota Piru, pada Senin, (10/8/2026) tidak semua agen minyak tanah diundang. (Nicko Kastanja)
Tags
news

