Piru (4/5/2026), saatkita.com - Pemda SBB menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, yang berlangsung di lapangan upacara Kantor Bupati SBB, Jln JF Puttileihalat No 1, Kota Piru,pada Senin, (4/5/2026). Wakil Bupati SBB, Selfinus Kainama, S.Pd, didaulat sebagai Inspektur Upacara.
Hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Daerah SBB, Alvin Tuasuun, S.P., M.Si, Ketua TP PKK SBB, Yeni Rosbayani Asri, Istri Wakil Bupati SBB, Elisabeth Kainama, Ketua Dharma Wanita SBB, Mece Urasana, para staf ahli dan Asisten Setkab SBB, para Anggota DPRD SBB, serta Pimpinan OPD dilingkup Pemda SBB, para Kepala Sekolah, para Guru dan 60 Siswa-Siswi peserta upacara.
Dalam sambutannya mewakili Bupati SBB, Wakil Bupati SBB, Septinus Kainama, S.Pd, membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) yang menekankan bahwa pendidikan harus dipahami sebagai ekosistem berkelanjutan yang mencakup seluruh jenjang, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, serta terhubung erat dengan riset dan inovasi.
Lebih lanjut, Kainama menyoroti bahwa transformasi pendidikan dimulai dari penguatan fondasi pembelajaran melalui pendekatan deep learning yang mendorong peserta didik untuk lebih dari menguasai pengetahuan, tetapi juga memahami, menalar, dan mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Upaya ini diperkuat melalui revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Menurut Kainama penguatan pembelajaran tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter melalui budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) serta program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Pramuka.
Secara paralel, peningkatan kualitas pembelajaran didorong melalui Gerakan Literasi dan Numerasi, pendekatan STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen evaluasi berbasis mutu.
Wakil bupati SBB ini mengungkapkan perluasan akses juga terus diakselerasi melalui skema Sekolah Satu Atap, Sekolah Terbuka, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Penguatan Komunitas Belajar, serta Layanan Pendidikan Inklusif bagi anak berkebutuhan khusus guna memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal dalam sistem pendidikan nasional.
Penguatan peran guru, dosen, dan tenaga kependidikan terus dilakukan melalui berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk penguasaan teknologi seperti coding, kecerdasan artifisial (AI), dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang turut didukung peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi dan insentif.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2026 yang berlangsung di Lt.3, ruang pertemuan utama, Kantor Bupati SBB.
Yang dilakukan oleh : Wakil Bupati Seram Bagian Barat, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Dataran Hunipopu, Inspektur Daerah, serta dihadiri pula oleh perwakilan Ombudsman dan perwakilan orang tua siswa.(Nicko Kastanja)
Hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Daerah SBB, Alvin Tuasuun, S.P., M.Si, Ketua TP PKK SBB, Yeni Rosbayani Asri, Istri Wakil Bupati SBB, Elisabeth Kainama, Ketua Dharma Wanita SBB, Mece Urasana, para staf ahli dan Asisten Setkab SBB, para Anggota DPRD SBB, serta Pimpinan OPD dilingkup Pemda SBB, para Kepala Sekolah, para Guru dan 60 Siswa-Siswi peserta upacara.
Dalam sambutannya mewakili Bupati SBB, Wakil Bupati SBB, Septinus Kainama, S.Pd, membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) yang menekankan bahwa pendidikan harus dipahami sebagai ekosistem berkelanjutan yang mencakup seluruh jenjang, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, serta terhubung erat dengan riset dan inovasi.
Lebih lanjut, Kainama menyoroti bahwa transformasi pendidikan dimulai dari penguatan fondasi pembelajaran melalui pendekatan deep learning yang mendorong peserta didik untuk lebih dari menguasai pengetahuan, tetapi juga memahami, menalar, dan mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Upaya ini diperkuat melalui revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Menurut Kainama penguatan pembelajaran tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter melalui budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) serta program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Pramuka.
Secara paralel, peningkatan kualitas pembelajaran didorong melalui Gerakan Literasi dan Numerasi, pendekatan STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen evaluasi berbasis mutu.
Wakil bupati SBB ini mengungkapkan perluasan akses juga terus diakselerasi melalui skema Sekolah Satu Atap, Sekolah Terbuka, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Penguatan Komunitas Belajar, serta Layanan Pendidikan Inklusif bagi anak berkebutuhan khusus guna memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal dalam sistem pendidikan nasional.
Penguatan peran guru, dosen, dan tenaga kependidikan terus dilakukan melalui berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk penguasaan teknologi seperti coding, kecerdasan artifisial (AI), dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang turut didukung peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi dan insentif.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2026 yang berlangsung di Lt.3, ruang pertemuan utama, Kantor Bupati SBB.
Yang dilakukan oleh : Wakil Bupati Seram Bagian Barat, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Dataran Hunipopu, Inspektur Daerah, serta dihadiri pula oleh perwakilan Ombudsman dan perwakilan orang tua siswa.(Nicko Kastanja)

Posting Komentar