Dalam pernyataannya kepada media ini di Piru, pada Selasa, (5/5/2026), ia menegaskan, kedua lokasi tersebut sangat strategis, pasalnya lokasi tersebut berada di tengah-tengah dari sejumlah tempat potensial bagi penangkapan ikan (fishing ground) di Kabupaten SBB, sehingga kedua lokasi itu bisa menjadi pusat/ sentral bagi daerah penyangga lokasi penangkapan ikan di sekitarnya.
"Kalau Desa Luhu kan bisa mendapat support dari Ariate dan dusun lainnya yang menjadi tempat penangkapan ikan, sementara untuk Desa Waisala akan mendapat support dari Kepulauan Buano dan Kepulauan Manipa," urainya.
Sementara tergusurnya Desa Luhu dari kandidat Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Seram Bagian Barat karena kendala lahan, juga mendapat sorotan kekecewaan dari tokoh masyarakat SBB itu.
"Desa Luhu memiliki armada penangkapan ikan yang banyak dengan spesifikasi yang bagus, selain itu sebagian besar masyarakat Luhu, telah menjadi nelayan sejak dulu ini berarti Desa Luhu memiliki budaya maritim yang sangat kuat tetapi anehnya tidak ditetapkan sebagai kandidat Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten SBB," sesalnya.
Tokoh masyarakat tersebut sangat optimis, dengan dibangunnya Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) dan masuknya program Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Luhu, akan memberikan dampak yang besar dan efek domino bagi peningkatan kesejahteran masyarakat nelayan maupun bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan bagi Pemda SBB. (Nicko Kastanja)

Posting Komentar