Kairatu (24/2/2026), saatkita.com - Jemaat GPM Kamarian Klasis Kairatu menggelar Persidangan Jemaat GPM Kamarian ke-41, yang berlangsung di Gedung Gereja Karmel, Jemaat GPM Kamarian, Desa Kamarian, Kecamatan Kairatu, Kabupaten SBB, Pada Minggu, (22/2/2026).
Pelaksanaan Persidangan Jemaat GPM Kamarian, berlangsung dibawah sorotan tema "Lima Tahunan Anugerah Allah Memberkati Dan Meneguhkan Gereja Satu Abad GPM" dan Sub Tema "Pelayanan Layanilah Umat Dengan Tekun", menegaskan bahwa pertumbuhan GPM merupakan bagian dari anugerah Allah sebagaimana ditegaskan dalam Petrus: 5 ayat 10.
Pembukaan Persidangan Jemaat GPM Kamarian ke-41 ini, diawali dengan Ibadah Minggu yang dilayani oleh Pendeta Thomas Kainama, S.Th, sebagai Mejelis Pekerja Klasis Kairatu.
Sebelum ibadah dimulai, Majelis Pekerja Klasis Kairatu disambut oleh suguhan tari-tarian yang dibawakan oleh anak-anak dari Sektor Agape selaku tuan rumah pada persidangan itu.
Ketua Panitia Pelaksana Persidangan Jemaat GPM Kamarian ke-41, Morets Putirulan dalam laporannya menyatakan, Persidangan ke-41 yang dilaksanakan hari ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Pelayanan Kerja serta Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat Tahun 2026.
Selain Itu, Putirulan menandaskan, Persidangan Jemaat ini juga menetapkan rencana strategis pengembangan Jemaat 2026-2027 dan Program Kerja Jemaat.
Ketua Panitia ini juga menyampaikan banyak terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu panitia, baik secara moril dan material kepada Panitia Pelaksana Kegiatan Persidangan Jemaat GPM Kamarian ke-41.
Sementara, Ketua Majelis Jemaat GPM Kamarian, Pdt Ruben Nunuela, S.Th., menyampaikan, momentum Persidangan Jemaat yang telah diatur dalam Tata Gereja Protestan Maluku, dimana Pelaksanaan Persidangan Gereja nantinya dapat mengambil setiap keputusan kerja Jemaat dan Renstra pelayanan kedepan.
"Gereja harus bisa dibangun karakter umat dan setia melayani dengan kesungguhan hati merawat harmoni sosial, sehingga bisa menimbulkan nilai-nilai persaudaraan dan menjaga semangat hidup orang basudara ditengah arus Informasi dan perkembangan dunia teknologi yang kian maju di zaman digital yang semakin deras arus kemajuan," urainya.
Nunuela juga berharap, gereja dapat menjadi ruang pembinaan imam umat sekaligus interaksi sosial keumatan yang harmonis.
"Persidangan Jemaat ke-41 ini juga merupakan bagian intergal dari penyelenggaraan Persidangan Gerejawi GPM menyongsong Tahun Pelayanan 2026, sidang Ini diharapkan juga dapat mewujudkan peneguhan komitmen iman dan penataan pelayanan jemaat tahun 2026," cetusnya. (Nicko Kastanja)
Pelaksanaan Persidangan Jemaat GPM Kamarian, berlangsung dibawah sorotan tema "Lima Tahunan Anugerah Allah Memberkati Dan Meneguhkan Gereja Satu Abad GPM" dan Sub Tema "Pelayanan Layanilah Umat Dengan Tekun", menegaskan bahwa pertumbuhan GPM merupakan bagian dari anugerah Allah sebagaimana ditegaskan dalam Petrus: 5 ayat 10.
Pembukaan Persidangan Jemaat GPM Kamarian ke-41 ini, diawali dengan Ibadah Minggu yang dilayani oleh Pendeta Thomas Kainama, S.Th, sebagai Mejelis Pekerja Klasis Kairatu.
Sebelum ibadah dimulai, Majelis Pekerja Klasis Kairatu disambut oleh suguhan tari-tarian yang dibawakan oleh anak-anak dari Sektor Agape selaku tuan rumah pada persidangan itu.
Ketua Panitia Pelaksana Persidangan Jemaat GPM Kamarian ke-41, Morets Putirulan dalam laporannya menyatakan, Persidangan ke-41 yang dilaksanakan hari ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Pelayanan Kerja serta Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat Tahun 2026.
Selain Itu, Putirulan menandaskan, Persidangan Jemaat ini juga menetapkan rencana strategis pengembangan Jemaat 2026-2027 dan Program Kerja Jemaat.
Ketua Panitia ini juga menyampaikan banyak terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu panitia, baik secara moril dan material kepada Panitia Pelaksana Kegiatan Persidangan Jemaat GPM Kamarian ke-41.
Sementara, Ketua Majelis Jemaat GPM Kamarian, Pdt Ruben Nunuela, S.Th., menyampaikan, momentum Persidangan Jemaat yang telah diatur dalam Tata Gereja Protestan Maluku, dimana Pelaksanaan Persidangan Gereja nantinya dapat mengambil setiap keputusan kerja Jemaat dan Renstra pelayanan kedepan.
"Gereja harus bisa dibangun karakter umat dan setia melayani dengan kesungguhan hati merawat harmoni sosial, sehingga bisa menimbulkan nilai-nilai persaudaraan dan menjaga semangat hidup orang basudara ditengah arus Informasi dan perkembangan dunia teknologi yang kian maju di zaman digital yang semakin deras arus kemajuan," urainya.
Nunuela juga berharap, gereja dapat menjadi ruang pembinaan imam umat sekaligus interaksi sosial keumatan yang harmonis.
"Persidangan Jemaat ke-41 ini juga merupakan bagian intergal dari penyelenggaraan Persidangan Gerejawi GPM menyongsong Tahun Pelayanan 2026, sidang Ini diharapkan juga dapat mewujudkan peneguhan komitmen iman dan penataan pelayanan jemaat tahun 2026," cetusnya. (Nicko Kastanja)

Posting Komentar