Masihkah Ada" - Sebuah Refleksi Cinta dan Keberanian dari Giusti Raka

Jakarta (14/2/2026), saatkita.com - Giusti Raka adalah seorang penyanyi Indonesia yang lahir dan tumbuh di lingkungan dengan warisan musik yang kuat. Ia merupakan anak kedua dari ibu yulia margareth Putri dari penyanyi Legendaris Indonesia yaitu almarhum Arie Wibowo, penyanyi dan pencipta lagu yang dikenal luas melalui karya-karya ikonik seperti “Madu & Racun” serta “Singkong dan Keju”.

Warisan bakat musikal tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan seni Giusti Raka. Giusti Raka mengawali karirnya dimulai dari tahun 2015 dengan mencoba merilis ulang lagu Alm Arie Wibowo dengan Single Hits yang berjudul “Walau Sekejap”. Giusti Raka hingga saat ini telah merilis empat single, termasuk single terbarunya. Namun demikian, karya terbarunya yang rilis pada 13 Februari 2026 berjudul “Masihkah Ada” merupakan single perdana yang dirilis dalam naungan Label Musik bernama Prema Svara Records menandai awal kolaborasi resmi antara Giusti Raka dan label tersebut dalam perjalanan karier bermusiknya.
“Masihkah Ada” merupakan sebuah perenungan tentang cinta yang diuji oleh waktu, keadaan, dan keberanian untuk tetap peduli walaupun keadaan tidak lagi sama seperti semula. Lagu ini bercerita tentang cinta dalam makna yang sangat luas yakni cinta kepada pasangan, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada kejujuran, dan cinta kepada tanah air yang dilahirkan sebagai ruang bersama untuk bersuara dan bermimpi.

Dalam lirik-liriknya Giusti Raka menyampaikan, cinta tidak hadir sebagai romantisme semata, melainkan sebagai sikap, yaitu sikap kesetiaan untuk tidak berpaling ketika keadaan tidak lagi baik-baik saja, ketika suara-suara mulai diredam, dan ketika kebenaran tak bisa lagi diucapkan. frasa “Masihkah Ada” merupakan pertanyaan mengenai apakah cinta masih hidup di tengah ketakutan, apakah kepedulian masih tertanam saat diam dianggap aman.

Lagu ini juga relevan merekam kegelisahan kolektif terhadap Indonesia hari ini, dimana demokrasi kerap dibungkam, perbedaan dipersempit, dan keberanian sering kali dibayar mahal. Alih-alih menyerah dalam amarah, “Masihkah Ada” menjadi jalan refleksi untuk mengajak seluruh pendengarnya agar melihat kembali nuraninya, untuk mengingat bahwa cinta tidak selalu bergantung pada perbuatan, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk bertanya, mengingat, dan tidak melupakan.

"Melalui komposisi yang intim dan sarat makna, karya ini menjadi ruang kontemplasi bagi siapa pun yang masih percaya bahwa cinta baik kepada siapapun dan apapun adalah kekuatan yang menjaga kita untuk tetap berdiri dan berjuang", ujar Giusti Raka. Dalam produksinya “Masihkah Ada” dibantu oleh Kamga Mo sebagai vocal director dan Rayendra Sunito sebagai engineer mixing dan mastering.

Dengan dinaungi Prema Svara Record, sebuah label baru yang digerakan dan didominasi oleh Gen Z, Giusti Raka diharapkan mampu menembus pasar musik Indonesia.

Disamping itu juga Giusti Raka bersama Prema Svara Record akan merencanakan perilisan single berikutnya yang ditargetkan pada bulan April mendatang. Untuk saat ini, proses pengembangan masih berada pada tahap konseptual, di mana Giusti Raka sedang mendalami dan merumuskan arah lirik serta pendekatan artistik yang akan diambil.

Tidak menutup kemungkinan, pada karya selanjutnya Giusti Raka akan menghadirkan eksplorasi baru, termasuk potensi perubahan atau pengembangan genre musik sebagai bagian dari dinamika dan pendewasaan musikalnya. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkaya identitas artistik Giusti Raka sekaligus memperluas jangkauan pendengarnya di industri musik Indonesia.

Media sosial:
IG @giustiraka
Tiktok @giustiraka
IG @premasvararecord
Whatsapp - 087749645161
(Red)

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama