Kapolres Metro Jakarta Utara bersama Forkopimko Tinjau Pengungsi Banjir di Cilincing, Salurkan Ratusan Paket Bantuan

Jakarta (12/1/2026), saatkita.com - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz, S.I.K., M.Si., bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara meninjau langsung lokasi pengungsian korban banjir di Rusun Embrio, RW 04, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (12/1).

Dalam kunjungan tersebut, Forkopimko menyalurkan bantuan logistik kepada para pengungsi yang terdampak banjir.

Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 436 warga saat ini mengungsi di Rusun Embrio akibat genangan yang merendam permukiman mereka.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengatakan, kehadiran Forkopimko bertujuan memastikan kondisi pengungsi tetap aman serta kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak banjir mendapatkan perhatian, perlindungan, serta bantuan yang layak. Ini adalah wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ujar Erick di sela-sela kunjungan.

Bantuan yang disalurkan meliputi selimut, terpal, popok dewasa dan anak, air mineral, biskuit, serta makanan siap saji. Total makanan siap konsumsi yang dibagikan mencapai 450 paket, disesuaikan dengan jumlah pengungsi di lokasi.

Selain menyalurkan bantuan, rombongan Forkopimko juga berdialog langsung dengan para pengungsi untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mereka. Langkah ini dilakukan agar penanganan pascabanjir dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri, S.T.K., S.I.K., menyampaikan bahwa jajaran kepolisian terus melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar lokasi pengungsian.

“Kami pastikan situasi tetap aman dan kondusif. Personel kami siaga untuk membantu warga serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” katanya.

Kegiatan kunjungan Forkopimko Jakarta Utara tersebut berlangsung tertib dan kondusif, dengan pengamanan dari Polsek Cilincing. (Red)

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama