Harga Melonjak Drastis, Kepala Balitbangda SBB Harap Masyarakat dan Petani Manfaatkan Peluang Kopi Tuni

Piru (12/1/2026), saatkita.com - Penghargaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Indikasi Geografis yang diterima komoditas Kopi Tuni, mendapat tanggapan positif dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) SBB, Azis Sillouw.
Saat ditemui di Kantor Bupati SBB, Jalan JF Puttileihalat No. 1, Kota Piru, pada Senin, (12/1/2026) Sillouw mengatakan bahwa, pemberian sertifikat HAKI tersebut menguntungkan para petani, pasalnya harga Komoditas yang awalnya senilai Rp.90.000 per kilo dipasaran, merangkak naik menjadi Rp.120.000 perkilo di level petani.

Menurut pria yang disapa Azis ini, masyarakat dan petani kopi di Kabupaten SBB harus bisa memanfaatkan peluang ini yakni dengan mengembangkan perkebunan kopi di Kabupaten SBB.

Para petani kopi dan masyarakat di Kabupaten SBB harus memiliki mindset produktif, bukan konsumtif, pasalnya sebagai produk minuman populer komoditas kopi memiliki pangsa pasar yang luas.
Menurut pria Huamual ini, Kopi Tuni yang bijinya meskipun kecil tetapi memiliki cita rasa dan aroma istimewa, adalah tumbuhan endemik asli Maluku, karena itu perlu dikembangkan untuk memasuki dan bersaing di pasaran internasional karena memiliki karakteristik tersendiri.

"Masyarakat dan petani kopi di Kabupaten SBB harus benar-benar mengembangkan komoditi ini jangan berpikir instan saja, seperti pola konsumtif dengan membeli kopi instan saja, tetapi harus berjuang untuk mengembangkan identitas Kopi Tuni agar bisa bersaing sehingga dapat menaikkan tingkat kesejahteraan mereka, itulah pola pikir produktif yang harus dikembangkan," urai Azis.

Terkait kualitas dari komoditas ini, Azis menyatakan ada yayasan yang bernama Yayasan Kopi Maluku yang pernah mengajarkan masyarakat Desa Waisala untuk mengolah kopi ini agar kualitasnya terjaga.

Pemikiran dari Kepala Balitbangda SBB ini, merupakan usulan yang inovatif bagi perkembangan dan kemajuan Kabupaten yang berjuluk Saka Mese Nusa, karena harus diakui Kabupaten ini memiliki banyak potensi SDA yang belum tergarap secara baik, sehingga menjadi tugas Dinas Pertanian dan Disperindagnaker dan masyarakat untuk saling bahu membahu mengembangkan komoditas ini. (Nicko Kastanja)

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama