Piru (15/7/2026), saatkita.com - Permintaan tokoh masyarakat Dusun Melati, Ali Isa yang meminta pemerintah baik Pemerintah Daerah Kabupaten SBB, Pemerintah Provinsi, maupun Kementrian Pusat agar melakukan rehabilitasi talud pantai di Dusun Melati, Kecamatan Waisala, Kabupaten SBB akhirnya mendapat respon.
Permintaan yang ldisampaikan, menyusul rusaknya talud di sepanjang pantai Dusun Melati yang selalu diterjang ombak yang besar sepanjang waktu yang mengakibatkan abrasi parah bibir pantai dusun tersebut.
"Abrasi yang terjadi secara masif di dusun ini, sudah mencapai hampir 100 meter sehingga tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena bisa menjadi ancaman bagi masyarakat yang menghuni daerah sekitar pantai," urai Ali Isa saat ditemui di Piru, pada Rabu, (15/7/2026).
Menurutnya, ia telah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pendekatan dengan dinas terkait yakni Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten SBB untuk memperjuangkan pembangunan talud pantai tersebut, dan hasilnya pihak dinas telah mengusulkan ke pusat untuk pembangunan kembali talud itu.
Perkembangan ini, sangat diapresiasi oleh Ali Isa mengingat masyarakat merasa terancam dengan adanya abrasi pantai akibat terjangan ombak yang mengancam tersebut.
Ali Isa menambahkan, untuk pembangunan talud pantai di Dusun Melati, Desa Waisala ini membutuhkan anggaran yang besar sehingga kontruksi bangunannya kuat dan bisa tahan ombak, tidak bisa asal-asalan saja, karena itu dari pihak perencanaan harus turun melihat lokasi, karena saat pembangunan talud pantai yang pertama dibangun tidak kuat dan tidak sesuai dengan struktur tahan ombak.
"Mudah-mudahan persoalan ini bisa jadi perhatian karena gerusan abrasi pantai itu sangat merusak dan mengancam perumahan warga, sarana ibadah atau masjid dan balai desa," ungkap Ali Isa. (Nicko Kastanja)

Posting Komentar