Jakarta (24/4/2026), saatkita.com - Upaya memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat terus digencarkan Polsek Metro Penjaringan. Salah satunya melalui kegiatan Silaturahmi Sabuk Kamtibmas yang digelar di Aula Bhakti Satria, Polsek Metro Penjaringan, Jl. Pluit Raya Selatan No.5A, Jumat (24/4) sore.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB ini dihadiri oleh unsur pimpinan dan personel Polsek Metro Penjaringan, di antaranya Wakapolsek Kompol Tomb Pea Indra R.S., SH., MH., Kanit Intelkam AKP Diondi Asido Manik, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasubnit Binpolmas Iptu Arief Widyantoro, S.E., M.H., serta Kasubnit Patroli Iptu Bambang Dewantoro.
Sebanyak 48 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini, yang terdiri dari unsur Pokdar Kamtibmas, Polmas, Ormas BPPKB, Ormas FBR, hingga komunitas ojek online. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara aparat keamanan dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.
Dalam sambutannya, Wakapolsek Metro Penjaringan menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya sinergitas dan komunikasi yang berkelanjutan dalam menjaga keamanan wilayah.
“Ke depan kita harus berjalan bersama, bersinergi, dan terus membangun komunikasi. Apabila ada kejadian di lapangan, termasuk tindak kejahatan, diharapkan rekan-rekan dapat membantu mengamankan situasi tanpa main hakim sendiri serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kanit Intelkam AKP Diondi Asido Manik menjelaskan bahwa konsep “Sabuk Kamtibmas” merupakan simbol keterikatan antara polisi dan masyarakat.
“Sabuk ini mengikat kita semua. Tanpa dukungan ormas dan potensi masyarakat, Polri tidak bisa bekerja maksimal. Melalui kegiatan ini, kita bisa saling bertukar informasi dan merespons setiap potensi gangguan kamtibmas dengan cepat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu-isu yang berpotensi memicu keresahan, termasuk isu kenaikan harga BBM, serta pentingnya menjaga kondusivitas wilayah dari potensi aksi anarkis.
Sementara itu, Iptu Bambang Dewantoro menekankan pentingnya akses komunikasi cepat antara masyarakat dan kepolisian, salah satunya melalui penyebaran nomor layanan SPKT. Hal ini bertujuan agar setiap informasi yang berkembang di masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Di sisi lain, Iptu Arief Widyantoro mengajak seluruh peserta untuk aktif memberikan masukan serta tidak mudah terpancing isu yang beredar di media sosial, khususnya terkait tawuran dan isu-isu sensitif lainnya.
“Kami harap masyarakat bisa menjadi pendingin di lingkungannya masing-masing. Jika ada potensi gangguan, segera koordinasikan dengan kami agar bisa ditangani bersama,” tegasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang menghasilkan kesepakatan pembentukan grup komunikasi Sabuk Kamtibmas guna mempercepat pertukaran informasi. Acara juga diwarnai dengan yel-yel kebersamaan, penyerahan bantuan sembako berupa beras 5 kilogram kepada perwakilan ormas dan potmas, serta ditutup dengan sesi foto bersama.
Sekitar pukul 17.40 WIB, kegiatan berakhir dan dilanjutkan dengan simulasi pengamanan. Secara keseluruhan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra, S.I.K., M.A.P, melalui jajarannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun kedekatan serta memperkuat peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.
“Sinergi adalah kunci utama. Dengan kebersamaan antara Polri dan masyarakat, kita optimistis situasi kamtibmas di wilayah Penjaringan akan tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Red)
Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB ini dihadiri oleh unsur pimpinan dan personel Polsek Metro Penjaringan, di antaranya Wakapolsek Kompol Tomb Pea Indra R.S., SH., MH., Kanit Intelkam AKP Diondi Asido Manik, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasubnit Binpolmas Iptu Arief Widyantoro, S.E., M.H., serta Kasubnit Patroli Iptu Bambang Dewantoro.
Sebanyak 48 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini, yang terdiri dari unsur Pokdar Kamtibmas, Polmas, Ormas BPPKB, Ormas FBR, hingga komunitas ojek online. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara aparat keamanan dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.
Dalam sambutannya, Wakapolsek Metro Penjaringan menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya sinergitas dan komunikasi yang berkelanjutan dalam menjaga keamanan wilayah.
“Ke depan kita harus berjalan bersama, bersinergi, dan terus membangun komunikasi. Apabila ada kejadian di lapangan, termasuk tindak kejahatan, diharapkan rekan-rekan dapat membantu mengamankan situasi tanpa main hakim sendiri serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kanit Intelkam AKP Diondi Asido Manik menjelaskan bahwa konsep “Sabuk Kamtibmas” merupakan simbol keterikatan antara polisi dan masyarakat.
“Sabuk ini mengikat kita semua. Tanpa dukungan ormas dan potensi masyarakat, Polri tidak bisa bekerja maksimal. Melalui kegiatan ini, kita bisa saling bertukar informasi dan merespons setiap potensi gangguan kamtibmas dengan cepat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu-isu yang berpotensi memicu keresahan, termasuk isu kenaikan harga BBM, serta pentingnya menjaga kondusivitas wilayah dari potensi aksi anarkis.
Sementara itu, Iptu Bambang Dewantoro menekankan pentingnya akses komunikasi cepat antara masyarakat dan kepolisian, salah satunya melalui penyebaran nomor layanan SPKT. Hal ini bertujuan agar setiap informasi yang berkembang di masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Di sisi lain, Iptu Arief Widyantoro mengajak seluruh peserta untuk aktif memberikan masukan serta tidak mudah terpancing isu yang beredar di media sosial, khususnya terkait tawuran dan isu-isu sensitif lainnya.
“Kami harap masyarakat bisa menjadi pendingin di lingkungannya masing-masing. Jika ada potensi gangguan, segera koordinasikan dengan kami agar bisa ditangani bersama,” tegasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang menghasilkan kesepakatan pembentukan grup komunikasi Sabuk Kamtibmas guna mempercepat pertukaran informasi. Acara juga diwarnai dengan yel-yel kebersamaan, penyerahan bantuan sembako berupa beras 5 kilogram kepada perwakilan ormas dan potmas, serta ditutup dengan sesi foto bersama.
Sekitar pukul 17.40 WIB, kegiatan berakhir dan dilanjutkan dengan simulasi pengamanan. Secara keseluruhan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra, S.I.K., M.A.P, melalui jajarannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun kedekatan serta memperkuat peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.
“Sinergi adalah kunci utama. Dengan kebersamaan antara Polri dan masyarakat, kita optimistis situasi kamtibmas di wilayah Penjaringan akan tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Red)

Posting Komentar