Piru (14/3/2026), saatkita.com - Pemindahan Program Strategis Nasional (PSN) Maluku Integrated Port atau Pelabuhan Terintegrasi di Maluku dari Desa Waisarissa/Kamal, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten SBB ke Pulau Ambon sempat menjadi momok yang menakutkan, karena itu Ketua Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) SBB, M Josan Kaisupy, S.T, mengkritisi rencana riset yang akan diikuti oleh pembangunan Infrastrukur Pendingin Berkelanjutan Bagi Perikanan di Indonesia atau bahasa kerennya Sustainable Cooling Infrastructure Fisheries In Indonesia (SCIFI).
Dalam rilisnya yang diterima media ini pada Sabtu, (15/3/2026) Kaisupy menyatakan, akhir-akhir ini ada semacam kewaspadaan dan rasa takut dan sebagainya yang dilakukan pihak-pihak tertentu yang bisa menciderai kepercayaan masyarakat SBB.
"Misalnya saya kasih contoh, awalnya itu kita tahu Maluku Integrated Port itu akan dibangun di Waisarissa, tetapi kemudian pindah ke Pulau Ambon, karena itu kita mengkuatirkan kejadian seperti itu terjadi lagi, jangan sampai ada penelitian-penelitian yang dilakukan seperti begini tetapi kita tidak tau endingnya kemana," cetusnya.
Kaisupy mengungkapkan, daerah sangat membutuhkan penelitian-penelitian terkait Infrastruktur Pendingin Berkelanjutan Bagi Perikanan di Indonesia, karena manfaat data-data itu dapat menjadi pijakan bagi pemeritah daerah dalam rangka mengambil keputusan ataupun mengeksekusi berbagai program.
"Dalam konsep sustainable ini paling tidak setelah hasil penelitian ini diselesaikan harus ada tindak lanjutnya dan kira-kira endingnya seperti apa?," tanya Kaisupy.
Dari informasi yang dihimpun, penelitian rencana Pembangunan Infrastrukur Pendingin Berkelanjutan Bagi Perikanan di Indonesia.atau Sustainable Cooling Infrastructure Fisheries In Indonesia (SCIFI) ini akan melibatkan kolaborasi dari sejumlah universitas ternama atau top ranked di Negera Inggris maupun Indonesia yakni dari Inggris Birmingham University (London), Durham University (Durham) (dan Harriot Watt University (Edinburg), sementara Indonesia Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Politeknik Negeri Bali( PNB) Bali dan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. (Nicko Kastanja)
Dalam rilisnya yang diterima media ini pada Sabtu, (15/3/2026) Kaisupy menyatakan, akhir-akhir ini ada semacam kewaspadaan dan rasa takut dan sebagainya yang dilakukan pihak-pihak tertentu yang bisa menciderai kepercayaan masyarakat SBB.
"Misalnya saya kasih contoh, awalnya itu kita tahu Maluku Integrated Port itu akan dibangun di Waisarissa, tetapi kemudian pindah ke Pulau Ambon, karena itu kita mengkuatirkan kejadian seperti itu terjadi lagi, jangan sampai ada penelitian-penelitian yang dilakukan seperti begini tetapi kita tidak tau endingnya kemana," cetusnya.
Kaisupy mengungkapkan, daerah sangat membutuhkan penelitian-penelitian terkait Infrastruktur Pendingin Berkelanjutan Bagi Perikanan di Indonesia, karena manfaat data-data itu dapat menjadi pijakan bagi pemeritah daerah dalam rangka mengambil keputusan ataupun mengeksekusi berbagai program.
"Dalam konsep sustainable ini paling tidak setelah hasil penelitian ini diselesaikan harus ada tindak lanjutnya dan kira-kira endingnya seperti apa?," tanya Kaisupy.
Dari informasi yang dihimpun, penelitian rencana Pembangunan Infrastrukur Pendingin Berkelanjutan Bagi Perikanan di Indonesia.atau Sustainable Cooling Infrastructure Fisheries In Indonesia (SCIFI) ini akan melibatkan kolaborasi dari sejumlah universitas ternama atau top ranked di Negera Inggris maupun Indonesia yakni dari Inggris Birmingham University (London), Durham University (Durham) (dan Harriot Watt University (Edinburg), sementara Indonesia Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Politeknik Negeri Bali( PNB) Bali dan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. (Nicko Kastanja)

Posting Komentar