Resmikan Gereja GPM Rumberu, Gubernur Maluku Nyatakan Lokasi Galed di Atap Langit Seram Dekat dengan Tuhan

Kairatu (23/3/2026), saatkita.com - Gubernur Maluku , Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M, dan rombongan melakukan kunjungan ke Desa Rumberu, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Minggu, (22/3/2026) dalam rangka Peresmian dan Penahbisan Gedung Gereja Galed, Jemaat GPM Rumberu.
Dalam kunjungan tersebut orang nomor satu di Pemprov Maluku itu, didampingi sang istri yang adalah Ketua TP PKK Maluku Ny. Maya Baby Lewerissa/Rampen.

Perjalanan yang dilalui oleh rombongan Gubernur Maluku, dari Desa Waimital, Kecamatan Kairatu menuju daerah pegunungan di Desa Rumberu, Kecamatan Inamosol harus melewati medan terjal dan mengancam nyawa, tebing berlumpur, hadangan bebatuan besar serta jurang menganga disisi kiri-kanan jalan.

Setelah tiba di Desa Rumberu, Gubernur bersama rombongan yang terdiri dari PLT Kadis PUPR Provinsi Maluku, Hengky Tamtelahitu, beserta rombongan Wakil Bupati SBB dan unsur Pimpinan Sinode GPM Maluku dan Klasis Kairatu itu disambut oleh Pemerintah Desa Rumberu.

Setelah itu, rombongan bergabung dengan rombongan Pemda SBB, dan Pimpinan Klasis Kairatu untuk melakukan peresmian dan penahbisan Gedung Gereja Galed, Jemaat GPM Rumberu yang dibagun selama jangka waktu 29 Tahun.

Peresmian dan Penahbisan Gedung Gereja Galed, Jemaat GPM Rumberu dimulai dengan Ibadah pembuka yang dipimpin oleh Pdt Richard Resley.

Hadir dalam Peresmian dan Penahbisan itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Ny Maya Baby Lewerissa/Rampen, Wakil Bupati SBB, Selfinus Kainama, S.Pd, Wakil Ketua TP - PKK Kabupaten SBB, Ny. Elisabeth Kainama, Plt Kadis PUPR Provinsi Maluku, Hengky Tamtelahitu, Wakil Ketua I MPH Sinode GPM, Pdt. Ricardo Rikumahu, Ketua Klasis Kairatu, Pdt. Henry Rutumalessy, Kepala Desa Rumberu, Musa Tibaly, para Perangkat Desa, BPD dan warga masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M, mengajak warga jemaat GPM Rumberu untuk bersyukur, dan menggambarkan posisi Desa Rumberu yang menjadi atap langit Pulau Seram sebagai tempat yang dekat dengan Tuhan.

Lewerissa juga menyinggung, ikatan pela gandong basudara yang telah lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat Maluku sejak dulu kala.

Terkait tantangan kehidupan yang dihadapi oleh masyarakat pegunungan, yakni keterbatasan infrastruktur, Gubernur Maluku menegaskan komitmennya, untuk membuka konektivitas wilayah melalui pembangunan jalan dan jembatan.

Selain itu Lewerissa menghimbau partisipasi masyarakat dalam pembangunan, menjaga lingkungan dan membuka diri terhadap investasi di daerah yang merupakan salah satu syarat percepatan pembangunan.

Kepedulian Sinode GPM, khususnya Klasis Kairatu yang aktif mendorong pemberdayaan ekonomi jemaat melalui program PARPEM Uraur juga diapresiasi Gubernur.

Sementara Wakil Ketua I MPH Sinode GPM, Pdt. Ricardo Rikumahu mengajak jemaat untuk mengingat waktu 29 Tahun Pembangunan Gedung Gereja Galed Jemaat GPM Rumberu, dimana 29 Tahun bukan waktu yang singkat, karena harus melalui perjalanan berliku, ada langkah tertatih, tenaga terkuras dan pengorbanan tak terhitung.

Rikumahu mengingatkan, meski pembangunan gereja telah selesai, namun perjalanan jemaat belum berakhir karena ada tantangan untuk membangun keluarga yang kuat dalam iman.

Wakil Bupati SBB, Selfinus Kainana, S.Pd., menyatakan, Pemda SBB bersyukur atas rampungnya pembagunan Gedung Gereja Galed, Jemaat GPM Rumberu dan mengajak umat untuk menjadikan gedung gereja sebagai sarana peribadatan pelayanan dan pembangunan nilai- nilai.spiritual umat. (Nicko Kastanja)

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama