Pemda, DPRD SBB dan Peneliti Unpatti Gelar Pertemuan Bahas Infrastrukur Pendingin Berkelanjutan Bagi Perikanan

Piru (12/3/2026), saatkita.com - Pemerintah Daerah, DPRD SBB dan Tim Peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpatti Ambon, menggelar Pertemuan yang dilaksanakan di ruang pertemuan Kantor Bupati SBB lantai II, Jalan JR Puttileihalat No 1, Kota Piru, pada Selasa, (3/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, hadir mewakili Bupati SBB, Sekretaris Daerah, Alvin Leverne Tuasuun, S.P., M.Si, dari DPRD SBB Ketua DPRD SBB, Andarias Hengky Kolly, S.H, Ketua Komisi I, Freddy .R. Pentury, S.H, Ketua Komisi II , Andy Nur Akbar, dan sejumlah petinggi DPRD SBB lainnya yakni, yakni Ketua DPC Demokrat SBB, Djuwadi, S.Sos, Ketua DPD II Golkar SBB, Alan Hehanussa, Anggota DPRD SBB, Arif Pamana, Samsul Heluth, S.H., M.H, (PKB).

Sementara para peneliti dari Unpatti Ambon, yang diketuai Dr. Ir. Venda Yolanda Pical (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Dr Toni Matitaputty, S.E., M.Si, (Fakultas Ekonomi) dan Dr. Helen Nanlohy, S.Pi., M.Si., (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).

Dalam rilisnya yang dikirimkan ke media ini pada Rabu, (11/3/2026), Venda Jolanda Pical menyatakan, proyek Ini adalah proyek.dari United Kingdom Research Innovation (UK- RI) yang merupakan proyek penelitian dari Birmingham University (London) yang bertindak sebagai leader, yang akan menjadi kolaborasi riset yang akan menghasilkan riset-riset terbaru yang diimplementasikan bagi masyarakat.
Program ini namanya adalah Sustainable Cooling Infrastructure Fisheries In Indonesia (SCIFI) atau Infrastruktur Pendingin Berkelanjutan Bagi Perikanan di Indonesia.

Pical menjelaskan, dalam proyek ini ada kolaborasi dari sejumlah universitas ternama atau top ranked di Negera Inggris maupun Indonesia yakni dari Inggris Birmingham University (London), Durham University (Durham) (dan Harriot Watt University (Edinburg), sementara Indonesia Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Politeknik Negeri Bali (PNB) Bali, dan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

Karena lokasi penelitiannya di Maluku, maka Unpatti Ambon merupakan ujung tombak dan sekaligus pemilik daerah harus memberikan informasi yang akurat bagi Universitas-Universitas yang terlibat dalam kolaborasi ini, sehingga merupakan tanggung jawab yang berat.

Secara rinci Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan ini menjelaskan, langkah pertama yang harus ditempuh pihaknya saat ini adalah mengadakan pertemuan dengan Pimpinan Daerah di Kabupaten Seram Bagian Barat, setelah itu pertemuan dengan Pimpinan Daerah Maluku yakni Gubernur Maluku, Ketua DPRD, Kepala Bappeda dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku.

Dimana yang akan disampaikan adalah akan dibangun infrastruktur pendingin berkelanjutan untuk perikanan skala kecil di Maluku.

Pical mengatakan, kajian utama dari penelitian ini adalah apakah dengan keberadaan pabrik es itu akan membantu masyarakat yang berkecimpung di bidang perikanan atau tidak pasalnya untuk bidang perikanan sangat membutuhkan es untuk mempertahankan mutu ikan tersebut.

"Ini pembelajaran bagi kita semua, apakah pabrik es/cool strorage ini benar-benar telah diketahui oleh pimpinan daerah dan masyarakat dan kemudian telah digunakan dengan baik untuk keberlanjutan dan peningkatan pendapatan masyarakat seperti itu, itu yang kita punya tugas untuk meelihat manfaatnya, apakah itu keberadaan pabrik itu memberikan dampak secara sosial ekonomi kepada masyarakat atau tidak, bukan saja untuk masyarakat di daerah Kawa saja, tetapi seluruh masyarakat Seram Bagian Barat bahkan seluruh masyarakat Maluku secara keseluruhan," urainya. (Nicko Kastanja)

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama