Piru (22/3/2026), saatkita.com - Persoalan dugaan manipulasi penjualan karbon dan penjualan lahan yang akhir-akhir ini viral di media sosial Kabupaten SBB mendapat tanggapan dari Kepala Desa Lumalatal dan Ketua Perhutanan Sosial Desa itu.
Kepala Desa Lumalatal, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten SBB, Oktovianus Soatomole mengucapkan terima kasih karena telah menyikapi isu yang berkembang dengan turun langsung ke lapangan.
Menyikapi isu yang berkembang terkait dugaan manipulasi penjualan karbon dan penjualan lahan, sebagai Kepala Desa Soatomole menyatakan tidak percaya karena menurut penilaiannya bagaimana sampai Desa Lumalatal yang memiliki luas 1.068 Hektar itu dijual.
"Yang pertama sebagai kepala desa, beta seng percaya itu. Karena itu, beta ucapkan terima kasih dengan adanya kerjasama baik dengan pihak PT dengan pihak kelompok, baik dengan kementrian, sehingga bantuan-bantuan yang telah diberikan ke desa ini selama ini,"ucapnya.
Soatomole menjelaskan terkait bantuan tersebut bahwa, akhir-akhir ini ada bantuan pembibitan cengkih yang nantinya kelompok ini berupaya untuk menanam di lokasi lahan yang sudah tersedia.
Kepala desa itu menegaskan sekali lagi bahwa, isu-isu seperti ini kalau dikampungkampung dibilang isu seng pake, sehingga sebagai kepala desa dirinya tidak percaya isu seperti itu.
Bahkan dirinya menghimbau, kepada warga masyarakat yang nantinya membaca di media sosial, media facebook dan sebagainya harus memahami bahwa, isu yang berkembang ini adalah isu yang tidak benar.
Soatomole menjelaskan, Perhutanan Sosial yang sudah ada tetap menjalin kerjasama dengan PT Asia Aset Indonesia kedepan, sehingga apa yang sudah terjadi ini PT dengan kelompok yang ada dan pihaknya sebagai kepala desa mendukung kelanjutan kerjasama ini, supaya tetap berjalan demi kelancaran pembangunan walaupun lewat penanaman cengkeh, pala dan sebagainya yang memang sudah pernah terjadi, demi pekembangan kelompok nanti agar dapat menjadi sebuah komoditi yang bernilai jual.
Sementara Ketua Perhutanan Sosial Desa Lumalatal menyatakan, menyangkut dengan isu yang berkembang saat ini, khusus menyangkut orang yang membawakan isu tentang penjualan tanah Desa Lumalatal, dirinya sebagai Ketua LPHD menyatakan terkejut ketika mendengar hal ini.
Karena itu Ia berharap supaya orang yang menyebarkan isu tersebut harus ditangkap, karena orang ini benar-benar dia merupakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, orang-orang provokasi atau provokator yang dapat membuat masyarakat terpancing.
Tetapi masyarakat Desa Lumalatal khususnya didalam kelompok ini, sudah sepakat dan bertekad bahwa isu yang berkembang ini adalah hal yang tidak benar.
"Jadi saat ini katong sampaikan bahwa orang yang membawakan isu ini supaya segera ditangkap," kecamnya. (Nicko Kastanja)
Kepala Desa Lumalatal, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten SBB, Oktovianus Soatomole mengucapkan terima kasih karena telah menyikapi isu yang berkembang dengan turun langsung ke lapangan.
Menyikapi isu yang berkembang terkait dugaan manipulasi penjualan karbon dan penjualan lahan, sebagai Kepala Desa Soatomole menyatakan tidak percaya karena menurut penilaiannya bagaimana sampai Desa Lumalatal yang memiliki luas 1.068 Hektar itu dijual.
"Yang pertama sebagai kepala desa, beta seng percaya itu. Karena itu, beta ucapkan terima kasih dengan adanya kerjasama baik dengan pihak PT dengan pihak kelompok, baik dengan kementrian, sehingga bantuan-bantuan yang telah diberikan ke desa ini selama ini,"ucapnya.
Soatomole menjelaskan terkait bantuan tersebut bahwa, akhir-akhir ini ada bantuan pembibitan cengkih yang nantinya kelompok ini berupaya untuk menanam di lokasi lahan yang sudah tersedia.
Kepala desa itu menegaskan sekali lagi bahwa, isu-isu seperti ini kalau dikampungkampung dibilang isu seng pake, sehingga sebagai kepala desa dirinya tidak percaya isu seperti itu.
Bahkan dirinya menghimbau, kepada warga masyarakat yang nantinya membaca di media sosial, media facebook dan sebagainya harus memahami bahwa, isu yang berkembang ini adalah isu yang tidak benar.
Soatomole menjelaskan, Perhutanan Sosial yang sudah ada tetap menjalin kerjasama dengan PT Asia Aset Indonesia kedepan, sehingga apa yang sudah terjadi ini PT dengan kelompok yang ada dan pihaknya sebagai kepala desa mendukung kelanjutan kerjasama ini, supaya tetap berjalan demi kelancaran pembangunan walaupun lewat penanaman cengkeh, pala dan sebagainya yang memang sudah pernah terjadi, demi pekembangan kelompok nanti agar dapat menjadi sebuah komoditi yang bernilai jual.
Sementara Ketua Perhutanan Sosial Desa Lumalatal menyatakan, menyangkut dengan isu yang berkembang saat ini, khusus menyangkut orang yang membawakan isu tentang penjualan tanah Desa Lumalatal, dirinya sebagai Ketua LPHD menyatakan terkejut ketika mendengar hal ini.
Karena itu Ia berharap supaya orang yang menyebarkan isu tersebut harus ditangkap, karena orang ini benar-benar dia merupakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, orang-orang provokasi atau provokator yang dapat membuat masyarakat terpancing.
Tetapi masyarakat Desa Lumalatal khususnya didalam kelompok ini, sudah sepakat dan bertekad bahwa isu yang berkembang ini adalah hal yang tidak benar.
"Jadi saat ini katong sampaikan bahwa orang yang membawakan isu ini supaya segera ditangkap," kecamnya. (Nicko Kastanja)

Posting Komentar