Wakanno:Kolaborasi Pemuda Lintas Agama Kembangkan Pertanian Adalah Kegiatan Memajukan Negeri dan Menghormati Toleransi

Piru (8/2/2026), saatkita.com - Rencana tokoh koordinator pengembangan pertanian di Kabupaten SBB, Mansur Tuharea, S.H., untuk mengundang generasi muda lintas agama untuk mempelajari pertanian di kebun ketahanan miliknya di Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten SBB mendapat tanggapan positif dari Tokoh masyarakat SBB, Gerald Wakanno.

Dalam rilisnya kepada media ini, pada Minggu, (9/2/2026), Wakanno menyatakan, terobosan itu sangat bagus sekali, karena mengajak generasi muda untuk mengenal, mempelajari dan mencintai pertanian, juga memotivasi mereka agar ilmu yang telah diterima dapat diterapkan di lokasi mereka.

Selain itu, Wakanno menyoroti tentang pentingnya kolaborasi antara duakelompok komunitas pemuda itu, dalam menjalankan kegiatan memajukan negeri secara bersama dalam bingkai hidup orang basudara dan menjunjung nilai-nilai toleransi.
"Ini sebuah ide yang sangat brilian jika kedua komunitas bisa membuat kebun percontohan secara bersama," jabarnya.

Menurut Wakanno, apa yang dilakukan oleh Mansur Tuharea merupakan suatu cara memotivasi masyarakat agar membangkitkan perekonomian di Seram Bagian Barat, disamping mendukung program Agromarin yang merupakan visi misi dari pasangan Asri Arman dan Selfinus Kainama pada Pilbup SBB Tahun 2024 lalu.

Menurut putra asli SBB ini, kegiatan ini merupakan tindak lanjut program Pemerintah Daerah yang diinisiasi oleh tokoh masyarakat yang memiliki keinginan kuat untuk memajukan daerah sehingga ada nilai positif dari kegiatan ini.

"Nilai positif itu adalah menekan laju inflasi karena ada sejumlah sayuran dan bumbu dapur yang masih didatangkan dari luar Maluku," urainya.

Wakanno juga menghimbau, agar petani Maluku harus juga berkecimpung dengan pertanian jangka pendek, karena selama ini petani Maluku lebih fokus pada pertanian jangka panjang dengan tanaman umur panjang seperti cengkih, pala, kelapa dan lainnya yang membutuhkan waktu lama untuk panen yakni 5 - 10 Tahun dari masa tanam.

"Kalau sayuran seperti ketimun dan kacang panjang dan sayuran lainnya inikan butuh 40 - 50.hari sampai masa panen," cetusnya.

Wakanno mengungkapkan model pertanian dengan menanam sayuran (hortikultura) baik sayuran buah seperti ketimun, terung, gambas, labu siam maupun sayuran daun (kangkung, bayam, sawi dan bumbu dapur) harus juga dipelajari oleh petani Maluku secara baik agar dapat bersaing setara dengan petani di daerah lainnya. (Nicko Kastanja)

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama