Kunjungi Lahan Ketahanan Pangan di Dusun Melati, Kadistan SBB Meminta Para Petani Semangat dan Kerja Keras

Piru (17/1/2026), saatkita.com - Lahan Ketahanan Pangan di Dusun Melati, Desa Waisala, Kabupaten SBB mendapat kunjungan dari Kepala Dinas Pertanian SBB, Ibrahim Tuharea, S.Ag, pada Jumat,( 9/1/2026).

Meskipun dalam kegiatan pembukaan lahan ketahanan pangan di sejumlah lokasi di Kabupaten SBB, tokoh masyarakat SBB, Mansur Tuharea kurang mendapat dukungan dari Pemda SBB tetapi kehadiran Ibrahim diharapkan menjadi harapan atas perhatian Pemda SBB terhadap kegiatan-kegiatan nyata dilapangan.

Dalam video yang dikirmkan ke media ini pada, Sabtu, (17/1/2026) Kadis Pertanian SBB itu mengungkapkan program 1000 Ha untuk lahan ketahanan pangan dari Kementrian Pertanian - RI.

"Saya melakukan pengecekan dan turun langsung dilapangan dan melihat kesediaan masyarakat melalui kelompok tani ada kurang lebih 16 hektar yang disiapkan," cetusnya.

Menurut Ibrahim, upaya percepatan pengembangan ketahanan pangan disampaikan oleh Gubernur Maluku maupun Bupati SBB lewat Program Agromarine yang kuncinya adalah semangat dan kerja keras dari petani.

"Tanpa ada semangat, maka tanggung jawab selaku kepala keluarga dan masyarakat untuk untuk meningkatkan daya saing pangan tentu tidak akan terjawab," kata Ibrahim.

Sementara Penyuluh Pertanian, mengatakan, menindaklanjuti kegiatan Swasembada Pangan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo bersama Menteri Pertanian, dilapangan harus berkolaborasi dengan para petani untuk mempertahankan ketahanan pangan yang ada.

"Swasembada pangan yang tercapai ini, artinya jangan sampe untuk tahun-tahun depan dia bisa menurun, tetapi dia bisa bertambah, artinya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya khususnya masyarakat Dusun Melati," ujarnya.

Koordinator Kelompok Tani Berkah, Ali Isa mengungkapkan, lahan pertanian di Dusun Melati ini punya nilai sejarah tersendiri, dimana lahan ini memang di tahun 1980an adalah lahan Padi Gogo.

"Semua orang dari pesisir sana, dari Temi, Limboro, Lirang pada datang disini untuk panen Padi Gogo, jadi kita memang bukan hal yang baru untuk menanam Padi Gogo disini, tetapi memang punya nilai sejarah tersendiri, jadi sekarang kita mau kembalikan sejarah itu," urai Ali Isa.

Ali Isa berharap, para kelompok tani di Dusun Melati dapat berkoordinasi maupun berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah SBB, Pemerintah Provinsi Maluku, maupun Pemerintah Pusat sehingga memberikan spirit dan semangat dan bantuan alat pertanian bagi pengembangan ketahanan pangan di Dusun Melati ini. (Nicko Kastanja)

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama