Konfeda AM-GPM Daerah Seram Barat XI, Sekda SBB Berharap Konferda Jadi Wadah Pembinaan Kader dan Perumusan Arah Gerak Organisasi

Piru (26/1/2026), saatkita.com - Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AM-GPM) daerah Seram Barat menggelar Konferensi Daerah (Konferda) XI, yang berlokasi di Gedung Gereja Elim, Dusun Traslok, Desa Etty, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB, pada Minggu, (25/ 1/2026).

Hadir dalam kegiatan itu, mewakili Bupati SBB, Sekretaris Daerah, Alfin Leverne Tuasuun, S.P., M.Si, para perwakilan Forkopimda SBB, Pengurus Besar AMGPM, Ivana Iv Tuhumena, Ketua AMGPM Daerah Seram Barat, Ronny Salenussa, Korwil 4 PB AMGPM : Stely Rutumalessy, para pimpinan OPD, Anggota DPRD, Monica Istia dan Frets Ralahallo, Pengurus AMGPM Daerah Seram Barat dan para peserta Konferda.

Dalam sambutannya Sekda SBB, Alfin Leverne Tuasuun, S.P., M.Si, menyatakan, momentum Konferda merupakan forum yang sangat strategis, tidak hanya sebagai sarana evaluasi dan konsolidasi organisasi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan kader serta perumusan arah gerak AMGPM kedepan agar semakin relevan dengan tantangan zaman.
Menurutnya, pelatihan yang dilakukan, merupakan upaya peningkatan SDM khususnya bagi kader AMGPM.

Sekda mengharapkan, AMGPM Daerah Seram Barat mensosialisasikan motif Batik SBB yang terdiri dari 2 item yang menjadi ikon dari Kabupaten SBB yakni Burung Kehicap Buano dan Daun Kayu Putih.


Burung Kehicap Buano adalah burung endemik yang hanya ada Pulau Buano tidak ada di seluruh dunia, sementara daun minyak kayu putih adalah adalah daun yang yang dipakai untuk penyulingan minyak kayu putih, motif Batik SBB ini dikreasikan dengan bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Berkaitan dengan jembatan yang akan dibagun oleh Kodim 1513/SBB, Tuasuun mengatakan, Dandim 1513/SBB telah datang menemuinya untuk membicarakan pembangunan tersebut, karena itu dirinya berterima kasih kepada Dandim dan jajarannya dan meminta warga jemaat dan AMGPM juga terlibat dalam pembangunan jembatan yang direncanakan di tiga titik itu.

Sekda SBB ini juga meminta, pemuda untuk memanfaatkan potensi alam yang ada baik pertanian, kehutanan dan kelautan, khususnya untuk pertanian, Kabupaten SBB memiliki banyak lahan tidur yang mesti dimanfaatkan secara optimal.

Dapur-dapur makanan bergisi yang ada di SBB ini, sangat membutuhkan bahan pangan lokal dari kita, sehingga jangan sampai kita jadi penonton, dapur dibuat di SBB yang setiap harinya membutuhkan bahan pangan, tetapi kenyataanya Kita terus ambil bahan pangan dari luar, karena itu Beta minta teman-teman kader Angkatan Muda harus menggerakan pertanian berbasis bahan pangan di masing-masing Desa dengan tanaman sayuran (Hortikultura), dan buah-buahan seperti pisang, semangka, jeruk, dan lainnya," urainya.

AMGPM Daerah Seram Barat juga harus dapat berintegrasi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, merawat toleransi serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan khususnya di bidang pemdidikan sosial kemasyarakatan dan pemberdayaan pemuda.

Di akhir sambutan, Sekda berharap, melalui Konferensi Daerah ini akan lahir kepemimpinan yang visioner , berintegritas dan memiliki komitmen pelayanan yang kuat, sehingga AMGPM Daerah Seram Barat semakin solid mandiri dan mampu menjadi teladan bagi generasi muda di Kabupaten Seram Bagian Barat. (Nicko Kastanja)

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama