Piru (23/1/2026), saatkita.com - Setelah mendapat penolakan bahkan aksi demonstrasi di Dusun Tanah Goyang, jaringan minimarket terbesar dan dan terpopuler di Indonesia, Indomaret direncanakan akan dibangun di Dusun Olas, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten SBB.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dusun Olas, Nurdin saat ditemui di Piru, Rabu, (23/1/2026).
"Setelah koordinasi yang dilakukan pihak Indomaret, Beta langsung mengadakan rapat dan mengumpulkan tokoh- tokoh masyarakat, kesimpulannya sebagian besar menerima masuknya gerai retail modern tersebut," ungkap Nurdin.
Menurut Nurdin, masuknya Indomaret ke Dusun Olas memang mendapat penolakan dari satu,dua orang dari pihak UMKM, tetapi sebagian besar masyarakat Olas menerima.
Dari informasi yang beredar, gerai ritel moderen lainnya yakni, Alfamidi juga berminat untuk membuka cabang di Dusun Olas, tetapi hingga saat ini belum ada koordinasi dari pihak Alfamidi.
Terkait masuknya Investasi di Kabupaten SBB, sebelumnya Sekda SBB, Alvin Leverne Tuasuun, S.P., M.Si, menegaskan, Pemda SBB tidak menghalangi investasi masuk ke daerah, malahan saat ini Pemda harus membuka diri supaya banyak Investasi yang masuk.
"Semakin banyak investasi yang masuk disegala bidang semakin bagus, karena anggaran daerah terbatas, dua upaya untuk menghadapi persoalan ini adalah inovasi dan investasi, yakni, bagaimana inovasi supaya dengan anggaran yang kecil bisa menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya dan investasi di semua bidang perikanan pertanian, kehutanan, dan segala macam. Kalau ada perusahaan yang mau investasi di SBB kita akan gelar karpet merah untuk para investor tersebut," urai Tuasuun. (Nicko Kastanja)
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dusun Olas, Nurdin saat ditemui di Piru, Rabu, (23/1/2026).
"Setelah koordinasi yang dilakukan pihak Indomaret, Beta langsung mengadakan rapat dan mengumpulkan tokoh- tokoh masyarakat, kesimpulannya sebagian besar menerima masuknya gerai retail modern tersebut," ungkap Nurdin.
Menurut Nurdin, masuknya Indomaret ke Dusun Olas memang mendapat penolakan dari satu,dua orang dari pihak UMKM, tetapi sebagian besar masyarakat Olas menerima.
Dari informasi yang beredar, gerai ritel moderen lainnya yakni, Alfamidi juga berminat untuk membuka cabang di Dusun Olas, tetapi hingga saat ini belum ada koordinasi dari pihak Alfamidi.
Terkait masuknya Investasi di Kabupaten SBB, sebelumnya Sekda SBB, Alvin Leverne Tuasuun, S.P., M.Si, menegaskan, Pemda SBB tidak menghalangi investasi masuk ke daerah, malahan saat ini Pemda harus membuka diri supaya banyak Investasi yang masuk.
"Semakin banyak investasi yang masuk disegala bidang semakin bagus, karena anggaran daerah terbatas, dua upaya untuk menghadapi persoalan ini adalah inovasi dan investasi, yakni, bagaimana inovasi supaya dengan anggaran yang kecil bisa menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya dan investasi di semua bidang perikanan pertanian, kehutanan, dan segala macam. Kalau ada perusahaan yang mau investasi di SBB kita akan gelar karpet merah untuk para investor tersebut," urai Tuasuun. (Nicko Kastanja)

Posting Komentar