Piru (24/9/2026), saatkita.com - Seiring dengan maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tanah air sebagai akibat dari musim panas yang berkepanjangan karena efek EL- Nino maka di Kabupaten Seram Bagian Barat juga marak terjadi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah lokasi.
Bahkan kebakaran hutan dan lahan itu menyasar ke Kelompok Perhutanan Sosial yang ada di Kabupaten SBB.
Dalam pantauan media ini pada Minggu, (20/9/2026) terjadi Karhutla pada Kelompok Perhutanan Sosial di Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB.
Sementara sehari sesudahnya yakni Senin, (21/9/2026) terjadi juga Karhutla Kelompok PS di Desa Lumapelu, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten SBB, dimana titik api terlihat membakar pohon kecil dan tanaman merambat diantara pepohonan besar.
Kelompok Lembaga Pengelola Hutan Desa (LHPD) Lumapelu yang didampingi oleh pendamping mandiri George Rudolf Patutetuy, bersama ketua kelompok, Robinzors. Kalaimena dan anggotanya masing-masing: Santoni Sitania, Yapet Wanuwele, Victor Manuhuttu, Noce Oitiha.bergerak cepat melakukan aksi pemadaman dengan mengeliminasi titik api dengan sistem manual.
Bahkan untuk memadamkan Karhutla tersebut Kelompok Lembaga Pengelola Hutan Desa (LHPD) Lumapelu melakukan pemadaman secara manual dan selama dua hari mereka menginap di hutan.
Ongky Respit Perwakilan PT PATTI di Ambon menyatakan, "penanganan Karhutla membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan pemerintah kecamatan dan desa, serta dunia usaha dan masyarakat untuk memperkuat respon apabila ada ditemukan titik api".
Respit menambahkan, pencegahan Karhutla secara dini supaya tidak meluas akan berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat serta aktivitas sosial dan ekonomi.(Nicko Kastanja)
Tags
news

