Latarbelakang Tudingan Dugaan Korupsi Kapus Inamosol, Kasualitas Kebijakan Evaluasi Timbulkan Perpecahan

Inamosol, SBB (12/4/2026), saatkita.com - Tudingan terhadap dugaan korupsi Kepala Puskemas Inamosol, Alexander Lessil yang akhir-akhir ini menghiasi media online SBB akhirnya diungkap oleh salah satu tokoh berinisial AK, saat ditemui pada Minggu,(12/4/2026), menurutnya untuk persoalan ini sedang dalam pemeriksaan khusus Badan Pengawasan Inspektorat Daerah Kabupaten SBB.

AK menyatakan, persoalan pemeriksaan soal pemotongan gaji pegawai Puskesmas Inamosol ini menariknya di Tahun 2023, tanpa menjelaskan rinciannya seperti apa.

Latar belakang persoalan ini juga dibongkar oleh sumber tersebut secara transparan yang menyatakan bahwa, pada awal kepemimpinan Kapus Inamosol Alexander Lessil sangat dipuji oleh para pegawainya karena berhasil membuat beberapa program pelayanan Puskesmas dengan menyertakan para pegawai sebagai tim program, dengan perencanaan yang terperinci.

Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, setelah dilakukan evaluasi kompesisi anggota mulai diganti, diduga karena persoalan inilah yang menimbulkan kebencian dari anggota tim yang diganti.

Menurut AK, sejak saat itu dirinya mulai menerima desakan-desakan untuk melakukan pergantian Kapus tersebut, bahkan berujung jebakan pada Kapus, dengan menyetorkan uang dan direkam oleh pegawainya.

Kondisi ini kemudian ditanggapi oleh Kapus Inamosol, Alexander Lessil dalam chat Whatsapp pada Jumat, (10/4/2026) yang menyatakan, menyerahkan semua keputusan kepada Badan Pengawas Inspektorat Daerah Kabupaten SBB dan Dinas Kesehatan karena mereka lagi melakukan audit pemeriksaan khusus.

Lessil menegaskan, nanti dilihat kebenarannya saja, pasti ada orang dalam yakni pegawai Puskesmas Inamosol yang sengaja memainkan berita untuk menjatuhkan dirinya dari jabatan.

Bahkan Lessil sudah merelakan jabatan bisa diambil, tapi bukan dengan cara seperti ini, kalau bukan karena orang dalam tidak mungkin berita bisa naik seperti ini.

Bahkan Kapus ini juga mengungkapkan rahasia, bahwa ada orang dalam yang datang meminta jabatan di orang Politik tetapi dia tidak digubris.

Dari informasi yang dihimpun, sebelumnya langkah Kapus untuk melakukan pemotongan gaji pegawai adalah langkah penyelamatan terhadap pelayanan kesehatan di daerah terpencil di atap langit Pulau Seram, karena minimnya anggaran pelayanan kesehatan.

Bahkan Bupati SBB ,Ir. Asri Arman, M.T, dalam sambutannya pada penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Seram Bagian Barat Tahun 2025 yang dibacakan wakil Bupati SBB, Selfinus Kaunama, S.Pd, mengakui persoalan tersebut dengan menyatakan bahwa, Pemda SBB menyadari bahwa, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama diantaranya keterbatasan kapasitas keuangan daerah, ketimpangan pembangunan antar wilayah serta kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan publik yang semakin kompleks.

Dengan paparan tersebut, maka langkah Kapus Inamosol telah mengatasi semua kendala utama dalam pembangunan di daerah terpencil di SBB, haruskah dengan langkah gemilang dalam menyelamatkan pembangunan di SBB ini, Kapus tersebut digoyang oleh isu korupsi yang tujuannya adalah merebut jabatan untuk kepentingan pihak- pihak tertentu ??. (Nicko Kastanja)

Baca Juga

Post a Comment

أحدث أقدم